New Normal / Google / health.grid.id Penggunaan istilah new normal selama pandemi berlangsung dinilai sulit dipahami masyarakat. Oleh karena itu, istilah tersebut diganti menjadi adaptasi kebiasaan baru . Istilah new normal yang sering digaungkan pemerintah belum mampu dipahami masyarakat. Kini masyarakat hanya fokus kepada istilah “normal”-nya saja. Akibatnya, penggunaan istilah tersebut dianggap masyarakat kembali berkegiatan seperti biasa tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Kata Yurianto dalam acara peluncuran buku, Jumat (10/7/2020). Pemakaian istilah tersebut, masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah terjadinya penularan di masyarakat. Protokol yang dimaksud adalah dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan menggunakan sabun. Hingga Minggu (12/7/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat terdapat 75.699 orang dinyatakan positif Covid-19 sejak 2 Maret 2020. Dari jumlah tersebut, 35.63...
Komentar
Posting Komentar